Edukasi Kalender & Hisab Jawa

Panduan & Rumus Cara Menghitung Weton Selametan Orang Meninggal

Rahasia Rumus Kuno Masarma, Rosarma, Nemsarma, dan Kaidah Pergantian Hari Maghrib

Ingin hasil instan tanpa hitung manual?
Masukkan tanggal wafat, kalkulator otomatis bekerja
→ Buka Kalkulator Selametan

1. Pengantar: Memahami Konsep Hari dan Pasaran Jawa

Dalam kebudayaan Jawa, penentuan hari peringatan wafat (selametan) tidak hanya berpatokan pada kalender Masehi 7 hari (Minggu sampai Sabtu), melainkan dipadukan dengan siklus pancawara 5 hari pasaran: Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon.

Kombinasi antara 7 hari dan 5 pasaran membentuk siklus 35 hari yang dinamakan satu Selapan. Setiap hari dan pasaran memiliki bobot angka gaib yang disebut Neptu. Angka neptu inilah yang sejak berabad-abad silam dijadikan pedoman hisab oleh para sesepuh Jawa.

2. Tabel 12 Nilai Neptu Hari dan Pasaran (SSOT Primbon)

Berikut adalah tabel rujukan resmi nilai neptu standar penanggalan Jawa:

Hari MasehiNeptu
Minggu / Ahad5
Senin4
Selasa3
Rabu7
Kamis8
Jumat6
Sabtu9
Hari PasaranNeptu
Legi (Manis)5
Pahing (Pethakan)9
Pon (Kuningan)7
Wage (Cemengan)4
Kliwon (Asih)8
💡 Contoh Menghitung Weton Kelahiran/Wafat:
Jika seseorang wafat pada hari Jumat Kliwon, maka jumlah neptunya adalah:
Neptu Jumat (6) + Neptu Kliwon (8) = 14.

3. Rumus Kuno Hitungan Selametan Kematian

Para leluhur dan sesepuh Jawa telah menciptakan rumus singkatan (akronim mnemonik) yang sangat jenius untuk menentukan hari dan pasaran peringatan tanpa perlu menghitung tanggal satu per satu di kalender:

Peringatan Nama Rumus Kuno Aturan Hitungan Hari & Pasaran
Geblag Diji Saji Hari ke-1 dan Pasaran ke-1 (Hari saat almarhum wafat).
Nelung Dina (3 Hari) Lusarlis (Telu-sarpa-telu) Hari ke-3 dan Pasaran ke-3 dihitung dari hari wafat.
Mitung Dina (7 Hari) Pitusatmo (Pitu-sarpa-lima) Hari ke-7 dan Pasaran ke-5 dihitung dari hari wafat.
Matangpuluh (40 Hari) Masarma (Lima-sarpa-lima) Hari ke-5 dan Pasaran ke-5 dihitung dari hari wafat.
Nyatus (100 Hari) Rosarma (Loro-sarpa-lima) Hari ke-2 dan Pasaran ke-5 dihitung dari hari wafat.
Pendhak 1 (1 Tahun) Patsarpat (Papat-sarpa-papat) Hari ke-4 dan Pasaran ke-4 (siklus 354 hari lunar).
Pendhak 2 (2 Tahun) Pitusaro (Pitu-sarpa-loro) Hari ke-7 dan Pasaran ke-2 (siklus 708 hari lunar).
Nyewu (1.000 Hari) Nemsarma (Nem-sarpa-lima) Hari ke-6 dan Pasaran ke-5 dihitung dari hari wafat.

4. Studi Kasus Perhitungan Manual Langkah Demi Langkah

Mari kita ambil contoh nyata untuk membuktikan keakuratan rumus di atas:
Kasus: Almarhum wafat pada hari Rabu Wage.

5. Perangkap Umum: Mengapa Waktu Maghrib Sangat Krusial?

Kesalahan paling fatal yang kerap terjadi di masyarakat modern adalah menghitung berdasarkan jam dinding Masehi. Dalam sistem Masehi, pergantian hari terjadi pada tengah malam (pukul 00:00).

Namun, dalam penanggalan Islam (Hijriah) dan kalender Jawa Sultan Agungan yang berbasis orbit bulan (lunar), pergantian hari terjadi tepat saat matahari terbenam (waktu Maghrib).

⚠️ Peringatan Kaidah Maghrib:
Jika almarhum menghembuskan napas terakhir pada hari Senin pukul 18:45 WIB (ba'da Maghrib), maka secara hisab adat dan syariat, hari wafatnya dihitung hari Selasa. Jika Anda keliru memasukkan hari Senin, seluruh hitungan 40 hari, 100 hari, hingga 1.000 hari akan bergeser keliru 1 hari!

6. Mengapa Perhitungan Pendhak Memakai 354 Hari, Bukan 365 Hari?

Banyak orang heran mengapa peringatan 1 tahun (Pendhak 1) jatuhnya lebih cepat sekitar 11 hari dibanding tanggal Masehi di tahun berikutnya.

Jawabannya: Tradisi Jawa Sultan Agungan mengadopsi penuh tahun Qomariyah Islam. Satu tahun Hijriah terdiri dari 12 bulan sinodis yang berjumlah 354 hari (atau 355 hari pada tahun kabisat). Sementara kalender matahari Masehi (Syamsiyah) berjumlah 365 hari. Selisih 11 hari inilah yang membuat haul dan pendhak selalu maju setiap tahunnya.

7. Solusi Praktis: Mengapa Menggunakan ruh.web.id?

Meskipun rumus manual di atas sangat rapi, menghitung tanggal kalender Masehi secara manual untuk 100 hari atau 1.000 hari ke depan sangat rentan salah hitung karena jumlah hari tiap bulan yang berbeda (28, 29, 30, atau 31 hari) serta adanya tahun kabisat.

Kalkulator di ruh.web.id memprogram seluruh algoritma kuno Masarma, Rosarma, Nemsarma, kalender kabisat Gregorian, dan konversi siklus pasaran Jawa secara otomatis dengan akurasi 100%. Anda cukup memilih tanggal wafat dan waktu sebelum/sesudah Maghrib, dan seluruh jadwal akan tersaji rapi beserta draf undangan WhatsApp yang siap dibagikan.

🏠 Hitung di Kalkulator → Gunakan alat bantu hitung otomatis cepat, akurat, dan bebas iklan judi. 📜 Panduan Tradisi Selametan → Pahami makna filosofi uborampe apem, ketan, kolak, ingkung, dan adab takziah.